Dalam hidup, aku yakin manusia sedikitnya memiliki moment ketika dirinya tersesat dalam duka. Waktu-waktu dimana langkah terasa berat, ketika sulit untuk melihat betapa cahaya itu sesungguhnya begitu terang dan mampu menghidupi. Ketika itu pula, harapan terasa semakin menipis dan hampir hilang.
Begitu pula aku, aku yang juga manusia, aku yang juga merupakan akumulasi dari apa yang mereka sebut kepedihan. Dunia ini fana, dunia ini semu, dunia ini sementara, kuharap begitu juga berlaku terhadap apa yang bernama kesedihan.